Refleksi Awal Tahun 2013

by 11:31 PM 0 comments
Saat banyak pekerjaan yang terasa tidak mampu saya selesaikan, saya hanya bisa terus mengeluh. Tapi kemudian saya ingat, betapa tidak pantas bibir saya ini mengeluh. Dulu ketika masih berstatus pengangguran, saya mengeluh betapa tidak nyamannya tidak memilik pekerjaan.

Setelah sebulan lebih mencari kerja tanpa ada hasil (gagal tes dan tidak dapat panggilan), akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengirim lamaran. Kira-kira waktu itu saya sudah mengirim lebih dari 10 amplop lamaran tanpa ada satu pun panggilan.

Saya berhenti, bukan saya menyerah. Saya mencoba mencari peluang lain. Kalau saya tidak bisa bekerja di tempat orang lain, maka saya akan membuka usaha sendiri. Berbekal hobi dan keahlian membuat pernak-pernik, saya mulai usaha saya dengan membuat aksesoris dari Mote. Anda tau apa itu Mote? Sejenis manik-manik namun ukurannya lebih besar dan bisa dikreasikan menjadi beragam benda seperti tas, gantungan kunci, gantungan hape, tempat pinsil. Namun karena waktu itu keahlian saya hanya terbatas untuk membuat gantungan kunci, maka saya coba usaha kecil-kecilan itu. Awalnya saya semangat. Kemudian saya tawarkan hasil kreasi saya tersebut kepada teman-teman kuliah. Meskipun, barang dagangan saya tidak terjual habis, tapi setidaknya beberapa laku. Bahkan saya mulai menerima pesanan untuk bentuk yang lebih beragam. Iseng-iseng, saya coba juga untuk menawarkan hasil kreasi saya kepada teman sekolah adik saya yang kebetulan masih SMP. Tapi tidak ada satu pun yang terjual. Sedih rasanya perasaan saya waktu itu. Padahal sebelumnya terbayang dalam benak saya, berapa uang yang akan saya dapatkan jika semuanya terjual. 

Selang beberapa hari. Saya mendapat tawaran bekerja di sebuah perusahaan periklanan tempat saya bekerja sekarang. Awalnya saya mencoba untuk semangat bekerja, namun karena kekurangan saya yang memerlukan waktu lama untuk beradaptas akhirnya saya tak pernah menyelesaikan pekerjaan saya dan selalu membawanya pulang ke rumah. Alhasil, ibu saya yang sangat cocok menjadi pemerhati itu marah-marah karena harusnya waktu di rumah itu untuk membantu orang tua, bukan untuk mengerjakan pekerjaan kantor.

Sekarang saya sudah mulai bisa beradaptasi dengan pekerjaan saya, meskipun terkadang masih suka membawa pekerjaan ke rumah, itu hanya agar saya dapat pulang lebih cepat. Pekerjaan ini sebenarnya menyenangkan dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak seperti ketika saya masih bekerja di Pabrik dulu. Hanya, kita diminta untuk bisa berpikir kreatif dan berwawasan luas. Ini menjadi salah satu pelajaran tersendiri bagi saya. Kelak ketika saya lebih mampu, saya ingin mendirikan usaha sendiri seperti yang klien-klien saya miliki. Doakan ya ^^

It's a pleasant to be your friend ..
FB       : Rumaisha Al Hisaan
Twitter : @Rumaishaalhisan

Nasabekasi

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Post a Comment